Target Tanpa Padam PLN UID Bali Selama Perayaan Ramadhan

Target Tanpa Padam PLN UID Bali Selama Perayaan Ramadhan

JAKARTA - PT PLN (Persero) memastikan seluruh lini sistem kelistrikan nasional berada dalam kondisi prima untuk menyambut bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini diambil guna menjamin kenyamanan masyarakat Indonesia dalam menjalankan ibadah tanpa gangguan teknis pada jaringan listrik. Dalam pemaparannya di hadapan Komisi XII DPR RI, PLN menegaskan bahwa penguatan infrastruktur telah dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari ketersediaan energi primer di pembangkit hingga kesiapan personel di unit layanan pelanggan terkecil.

Proyeksi beban puncak nasional

Berdasarkan data operasional, PLN memprediksi beban puncak nasional pada saat hari raya akan mencapai angka 35,0 GW. Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi tersebut, perseroan telah menyiapkan daya mampu pasok yang jauh lebih besar, yakni mencapai 51,9 GW. Dengan ketersediaan ini, Indonesia memiliki cadangan daya sekitar 48 persen, yang secara teknis masuk dalam kategori sangat aman untuk menopang kebutuhan listrik domestik maupun industri selama masa libur panjang.

Ketahanan energi primer pembangkit

Keandalan pasokan listrik tidak hanya bergantung pada kapasitas mesin, tetapi juga pada ketersediaan bahan baku energi. PLN melaporkan bahwa stok batu bara saat ini berada dalam posisi stabil dengan ketahanan di atas 22 hari operasi. Selain itu, pasokan gas tercatat cukup untuk lebih dari 11 hari dan BBM di atas 9 hari. Pemantauan stok energi primer ini dilakukan secara digital dan real-time guna mencegah terjadinya defisit bahan bakar yang dapat mengganggu kestabilan frekuensi sistem kelistrikan.

Mobilisasi personel dan posko siaga

Selama periode siaga yang ditetapkan pada pertengahan hingga akhir Maret 2026, sebanyak 69 ribu personel diterjunkan ke seluruh pelosok negeri. Para petugas ini akan berjaga di 3.403 posko siaga yang tersebar di titik-titik krusial. Fokus pengamanan diberikan pada lokasi strategis seperti masjid raya, bandara internasional, terminal transportasi umum, stasiun kereta api, hingga rumah sakit rujukan agar seluruh aktivitas vital masyarakat tetap berjalan dengan dukungan listrik yang andal.

Mitigasi gangguan dan pengamanan sistem

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menekankan bahwa momentum hari besar keagamaan selalu menjadi prioritas utama setiap tahunnya. Strategi mitigasi yang diterapkan mencakup penguatan pengamanan pada sisi transmisi dan distribusi. Melalui pemeliharaan preventif yang dilakukan jauh hari sebelum masa siaga, potensi gangguan teknis akibat cuaca atau beban berlebih diharapkan dapat diminimalisir. Jika terjadi kendala, sistem proteksi otomatis dan tim reaksi cepat telah disiapkan untuk melakukan pemulihan dalam waktu sesingkat mungkin.

Integrasi pengawasan bersama legislatif

Langkah proaktif PLN ini juga mendapatkan pengawasan ketat dari Komisi XII DPR RI. Kolaborasi antara penyedia layanan publik dan lembaga legislatif bertujuan untuk menyelaraskan data di lapangan dengan proyeksi kebutuhan energi. Dengan adanya pengawasan ini, PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan dalam infrastruktur kelistrikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat saat Lebaran.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index